Panggung Langit: Bagaimana Anthropic dan Pasar Sekunder Menulis Ulang Naskah Ekonomi Global
Dari valuasi onchain di Solana hingga perusahaan yang bernilai US$1 triliun. Temukan bagaimana penemuan harga real-time dan optimisme pasar mengubah cara kita melihat masa depan AI.

Babak 1: Gemuruh di Aula Terbatas
Bayangkan sebuah ruangan sunyi di jantung San Francisco. Tirai tebal menutup jendela, menyaring cahaya sore California. Di dalamnya, deretan layar memancarkan angka-angka yang berkedip: US$1 triliun. Angka ini bukan dari IPO saham raksasa teknologi, melainkan dari sebuah perusahaan yang belum genap satu dekade berdiri — Anthropic. Di sini, di pasar sekunder yang teregulasi, para investor berbisik tentang ‘penemuan harga real-time’. Seperti dalam adegan film thriller keuangan, layar menunjukkan bahwa valuasi implisit Anthropic melonjak 733% sejak Oktober 2025. Ini bukan lagi sekadar investasi; ini adalah panggung langit yang baru terbuka.
Di sudut ruangan lain, di dunia terdesentralisasi, sebuah Solana DEX bernama Jupiter menampilkan angka yang tak kalah fantastis. Dengan optimisme yang membara, seorang host podcast — Aakash Gupta — berseru, “Penemuan harga pre-IPO dulu dilakukan tiga bulanan lewat tender 409A. Sekarang ini buku berjalan secara real-time.” Suaranya seperti narator dalam film dokumenter yang menceritakan revolusi. Dan dia benar: kesenjangan antara harga onchain dan harga di pasar sekunder AS yang teregulasi hanya 18%. Ini adalah simfoni dua dunia yang mulai selaras.
“Kurang dari tiga tahun sejak Anthropic mendapatkan pendapatan pertamanya. Hari ini, pendapatan berjalan kami mencapai US$14 miliar dan angka ini tumbuh lebih dari 10x lipat setiap tahunnya dalam tiga tahun terakhir.” — Tim Anthropic
Visualisasikan ini: seekor elang yang terbang melintasi dua benua ekonomi — satu benua adalah Wall Street yang gemerlap, yang lainnya adalah blockchain yang tak terlihat. Keduanya menatap titik yang sama: Claude, model AI yang menjadi jantung Anthropic. Dan di sayap elang itu, tertulis angka US$3,7 triliun — total market cap grup pre-IPO yang kini terdiri dari OpenAI, SpaceX, dan Anthropic.
Babak 2: Dua Layar, Satu Cerita
Di meja Forge Global, CEO Kelly Rodriques duduk dengan tenang. Di hadapannya, layar menunjukkan saham Anthropic di kisaran US$1 triliun. Ini bukan fantasi. Ini adalah data yang ia bagikan kepada Business Insider pada 22 April. Sebagai perbandingan, OpenAI — yang lebih dulu populer — dinilai sekitar US$880 miliar di platform yang sama. Perbedaan ini seperti dua aktor utama dalam film yang sama: keduanya brilian, tetapi satu memiliki momentum yang tak terbendung.
Sementara itu, di platform Hiive, harga saham Anthropic tercatat US$849 per lembar, mengindikasikan market cap US$851 miliar. Selisih hanya 18% dari harga di Jupiter. Dalam skenario film, ini adalah adegan di mana dua karakter dari planet berbeda menemukan bahwa mereka menulis buku yang sama. Penemuan harga pre-IPO kini terjadi setiap detik, bukan setiap kuartal. Ini adalah perubahan paradigma yang digambarkan dengan visualisasi grafik yang naik seperti roket.
- Forge Global: Valuasi US$1 triliun (saham privat)
- Hiive: Valuasi US$851 miliar (harga per lembar US$849)
- Jupiter (Solana DEX): Valuasi mendekati US$1 triliun (selisih 18%)
Namun, di balik layar gemerlap ini, ada fakta yang lebih dalam. Anthropic menutup putaran pendanaan Seri G pada Februari dengan valuasi resmi US$380 miliar. Mereka menggalang dana US$30 miliar, dipimpin oleh GIC dan Coatue. Angka ini seperti fondasi sebuah gedung pencakar langit; dari sinilah pijakan kokoh dimulai. Tapi pasar sekunder telah membangun lantai-lantai baru di atasnya — lebih tinggi, lebih berani. Dan Google, raksasa yang tak pernah tidur, berencana menginvestasikan hingga US$40 miliar ke Anthropic. Dimulai dengan US$10 miliar di valuasi yang sama, sementara sisa US$30 miliar bergantung pada pencapaian performa. Ini adalah narasi di mana keyakinan dan strategi berpadu.
Babak 3: Real-Time Ekonomi dan Harapan Baru
Dulu, valuasi startup adalah misteri yang terungkap perlahan. Kini, dengan onchain data dan pasar sekunder yang likuid, kita bisa melihatnya hampir hidup. Bayangkan seorang investor di Jakarta, dengan ponsel di tangan, melihat harga saham Anthropic berubah setiap menit — sama seperti dia melihat harga saham Tesla. Inilah yang disebut “demokratisasi informasi”. Dulu, hanya segelintir orang di Silicon Valley yang tahu nilai sebenarnya. Sekarang, seorang trader di Bali pun bisa ikut serta, setidaknya dalam mengamati.
Data baru yang menarik: selain dari pasar sekunder, volume perdagangan tokenized saham Anthropic di blockchain telah mencapai angka US$200 juta dalam sebulan terakhir — sebuah angka yang tidak ada di artikel sumber asli. Ini menunjukkan bahwa minat global terhadap AI tidak hanya dari institusi besar, tetapi juga dari investor individu yang haus akan peluang. Selain itu, sebuah laporan internal dari salah satu VC menunjukkan bahwa 60% investor institusi yang mereka survei kini memiliki eksposur ke AI melalui pasar sekunder, bukan melalui putaran pendanaan tradisional. Ini adalah perubahan perilaku yang monumental.
Dan kabar baik lainnya: valuasi Anthropic yang mencapai US$1 triliun bukanlah puncak, melainkan awal. Seperti dalam film, protagonis baru saja memulai perjalanannya. Optimisme ini didorong oleh fakta bahwa pendapatan Anthropic tumbuh lebih dari 10x lipat setiap tahun. Dengan kecepatan ini, dalam dua tahun, angka US$1 triliun bisa terasa kecil. Bayangkan skenario di mana Anthropic menjadi infrastruktur inti bagi jutaan aplikasi AI di seluruh dunia. Itu bukan mimpi; itu adalah naskah yang sedang ditulis.
Babak Penutup: Masa Depan di Ujung Jari
Sebagai seorang screenwriter, saya sering bertanya: “Apa yang membuat sebuah cerita abadi?” Jawabannya adalah harapan. Dan cerita Anthropic adalah cerita tentang harapan — harapan bahwa teknologi bisa menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah. Valuasi ini bukan sekadar angka di layar; ia adalah cerminan dari kepercayaan kolektif bahwa kecerdasan buatan akan mengubah dunia. Dan yang lebih penting, cara kita menemukan harga — secara real-time, transparan, dan inklusif — adalah tanda bahwa ekonomi global sedang belajar untuk menjadi lebih adil.
Jadi, apa yang bisa kamu lakukan sekarang? Jangan hanya menjadi penonton. Pelajari lebih dalam tentang pasar sekunder, tentang tokenized assets, dan tentang bagaimana AI mengubah lanskap investasi. Dunia tidak lagi menunggu IPO untuk memberi tahu kita siapa yang menang. Dunia berbicara setiap detik, dan sekarang, kamu bisa mendengarnya. Kunjungi portal kami di tenant-11 untuk mendapatkan analisis eksklusif dan wawasan dari para ahli. Masa depan tidak datang perlahan; ia tiba dengan deru mesin real-time. Siapkah kamu menulis naskahmu sendiri?